Tujuan Pengolahan Air Boiler (Water treatmen plant)
Air umpan (feed water) untuk boiler dapat mengandung kontaminasi
(impuritis) penyebab kerak, korosi dan carryover. Kerak secara langsung
mengurangi pertukaran panas, meningkatkan penggunaan bahan bakar, meningkatkan
suhu logam bahkan menimbulkan kerusakan, selain menimbulkan masalah yang serius
pada boiler, kerak juga penyebab masalah pada sistem “ Pre-Boiler” dan “Afier
Boiler Section”.
2. Mengurangi laju korosi sampai batas yang diperkenankan.
3. Mengurangi laju carryover.
4. Meningkatkan penghematan bahan bakar/energi (efisien)
Pengolahan air asal dan air umpan
c. Demineralizer
Korosi tidak hanya mengakibatkan kerusakan pada lokasi logam yang
diserangnya, juga dapat menyebabkan kerak. Carryover akan menimbulkan persoalan
kerak, korosi dan erosi pada “Super Heater”, turbin dan kondensat, terlebih
lagi uap tersebut digunakan untuk pembangkit listrik, dengan adanya carryover
akan mengurangi kinerja dari pembangkit listrik tersebut.
Jadi tujuan program pengolahan air terutama untuk boiler yaitu :
1. Mencegah pembentukan kerak.2. Mengurangi laju korosi sampai batas yang diperkenankan.
3. Mengurangi laju carryover.
4. Meningkatkan penghematan bahan bakar/energi (efisien)
Kotoran-kotoran dari air
Kotoran pada air dibedakan menjadi
3 macam, yaitu:
1. Kotoran-kotoran
yang berupa ion
- Kation;
Calcium
Magnesium
Natrium
Kalium
Ammonia
- Anion
Bikarbonat
(HC03-)
Karbonat (C03-)
Hidroksida (OH-)
Sulf’at (SO4-)
Chlorida (C[-)
Phosphate
(P04
Silika (Si02)
Zat-zat Organik
Warna
2. Kotoran-kotoran
yang berupa non-ion dan tidak larut
- Kekeruhan, Lumpur, kotoran
- Zat-zat yang tersuspensi
- Warna
- Zat organic
- Silica berupa koloid
- Mikroorganisme, plankton
- Bakteri
- Minyak
3. Kotoran
yang berupa gas
- Karbon dioksida (C02)
- Hydrogen sulfida (H2S)
- Amoniak (NH3)
- Methana (CH4)
- Oksigen (02)
- Chlorin (Cl2)
Klasifikasi
kotoran-kotoran air
- Zat padat tersuspensi : Kotoran-kotoran ini tidak larut dalam air. Jenis zat-zat tesuspensi yaitu lumpur, kotoran-kotoran zat-zat organik dan minyak. Zat padat tersuspensi akan membuat air kelihatan keruh. Klarifikasi dan filtrasi adalah cara yang umum digunakan untuk mengliilangkan zat padat tersuspensi.
- Zat padat terlarut: Semua kotoran ini larut dalam air. Zat padat terlarut jenis jenisnya yaitu sodium klorida, magnesium sulfat dan calcium karbonat. Untuk menghilangkan zat padat terlarut yang tidak diinginkan dilakukan dengan ion exchange dan lime softening.
- Gas-gas terlarut : Gas-gas ini hampir tidak stabil didalam larutan. Perubahan suhu dan tekanan atau pengadukan secara mekanik akan melepaskan atau menyerap gas-gas tersebut. Pada umumnya gas- gas terlarut yang terdapat didalam air adalah oksigen dan karbon dioksida.
Pengolahan air asal dan air umpan
Pengolahan
air asal dan air umpan terdiri dan berbagai cara seperti sedimentasi, koagulasi,
filtrasi dan lain-lain yang bisa digunakan satu macam atau kombinasi. Pemilihan
ini tergantung kepada mutu air asal dan tujuan penggunaan dan pengolahannya.
Jenis-jenis Pengolahan
air
1. External treatment
Pengolahan ini berupa pemberian Chemical atau pengolahan
yang bersifat mekanis yang dilakukan terhadap air sebelum air masuk kedalam
ketel uap, jadi dilakukan diluar ketel. Tujuan pengolahan ini adalah untuk
menghilangkan zat-zat padat, zat-zat yang terlarut yang dapat membahayakan
ketel, menghilangkan gas-gas yang korosif dan lain-lain.
Pengolahan external
ini dilakukan dengan instalasi khusus atau peralatan khusus seperti :
Tangki-tangki/bak koagulasi, saringan, tangki reaktor untuk pelunakan dengan
kapur atau dengan penukar ion. Tujuan external treatment ini adalah untuk
mendapatkan air yang komposisi garam-garamnya uniform dan stabil, dengan unsur
–unsur yang membahayakan ketel
sekecil mungkin.
Penukar ion adalah
suatu metode yang menggunakan Resin penukar Ion. Resin ini dapat menukar
mineral-mineral yang terkandung dalam air asal dan menghasilkan air yang cocok
untuk boiler. Metode ini secara garis besar dapat dibagi 2 yaitu softener dan demineralizer.
a. Softener
Softener
mengikat ion-ion kalsium dan magnesium diganti dengan ion-ion natrium. Secara
efektif softener juga mengikat ion-ion besi. Total hardness dapat diikat oleh
softener secara sempurna sampai tingkat
mutu air dengan kandungan total hardness 0,5 ppm, sedangkan total
padatan terlarut (TDS) dan pH air relative tidak berubah
Tahap-tahap
operasi softener
Operasi
softener biasanya dibagi menjadi 4 tahap yaitu, service, backwash, regenerasi dan
rinsing.
1. Service
3. Rinsing
4. Regeneration
4. Regeneration
b. Dearasi
Dearasi harus memenuhi keadaan sebagai berikut :
1.Memanaskan feedwater
2.Melakukan agitasi air
3.Memaksimalkan luas permukaan
4.Mudah melepaskan gas-gas
Kemampuan dearator dapat menurunkan
konsentrasi oksigen 0.007 ppm, terutama yang type Hot-pressurized. Dearasi
terbagi menjadi dua type yaitu Heating Dearator dan Vacuum dearator.
c. Demineralizer
Demineralizer
atau demisasi merupakan kombinasi dari penukar kation hydrogen dan penukar
anion basa. Air yang melewati demineralizer seluruh kation diganti oleh ion
hydrogen dan seluruh anion diganti oleh ion hydroksi. Produk air yang
dihasilkan bebas dari mineral-mineral.
2. Internal Treatment
Pengolahan ini berupa pemberian
/dosing obat-obatan (chemicals) langsung kedalam boiler bersama-sama dengari
air umpan boiler (feed water) sehingga reaksi-reaksi
yang timbul dengan chemical terjadi dalam boiler pada suhu dan tekanan kerja
boiler. Hasil-hasil reaksi kimia yang teriadi tetap berada dalam boiler, hal ini
mengakibatkan naiknya kadar zat padat/endapan yang dapat mengakibatkan
pembusaan, priming dan carry-over. Tetapi jumlahh zat padat dalam boiler dapat
ditekan dengan pengaturan blowdown, sehingga kesukaran-kesukaran ini dapat
diatasi.
Tujuan internal treatment adalah
untuk mengontrol ( pengaturan ) terhadap zat zat padat, Alkalitet, adanya
excess fosfat yang cukup, tidak adanya gas-gas yang korosif terutama oksigen
dan carbon dioksida, menghindarkan timbulnya endapan-endapan yang dapat melekat
dan mengeras pada dinding boiler, dan membuat lapisan dinding boiler lebih
tahan terhadap korosi
Masalah
– masalah pada boiler
Masalah
|
Tekanan
|
Gejala
|
Penyebab
|
Kerak
|
Rendah
|
Pembentukan
kerak hardness atau silica pada heating surface dan dinding boiler
Embrittlement
dan menyebabkan retak atau pecah-pecah pada pipa.
|
Mutu air
yang rendah dan resin penukar ion tidak bekerja.
Kontrol
yang buruk pada air boiler (kurang blowdown)
Pemberian
dosis kimia dibawah anjuran.
|
Menengah
/ tinggi
|
Timbulnya
kerak berupa oksida logam pada bagian yang paling panas yang kemudian diikuti
dengan terjadinya embrittlement dan pecah pipa.
|
Mutu air
yang rendah dan resin penukar ion tidak bekerja.
Terkontaminasi
oleh hydrat logam yang disebabkan rendahnya mutu air yang dihasilkan.
Produk
korosi yang masuk boiler dari umpan dan kondensat line.
|
|
Korosi
|
Rendah
|
Korosi
pada heating surface, pipa pada air umpan dan kondensat disebabkan oleh gas
terlarut (O2/CO2)
Kerak
dari produksi korosi akibat akumulasi oksida logam dan hydrat pada heating
surface.
|
Rendahnya
pH dan oksigen scavenging.
Kondensat
yang digunakan mengandung korosi.
Korosi
terjadi pada saat shutdown atau boiler tidak digunakan.
|
Menengah
/ tinggi
|
Korosi
dari produksi korosi akibat akumulasi oksida logam dan hydrat pada heating
surface.
Terjadinya
korosi kaustik.
Terjadinya
korosi pada pipa air umpan dan pipa kondensat disebabkan gas terlarut.
|
Produk
korosi pada pipa air umpan dan kondensat masuk boiler.
Kurangnya
control pH.
Kurangnya
control air terutama pH dan P.Alkalinity.
Meningkatkan
pH air boiler akibat kebocoran Na daroi demineralizer.
|
|
Carryover
|
Rendah
|
Kemurniaan
uap turun
|
Perubahan
loading yang mendadak.
Kurangnya
control operasi.
Steam
separataor dan system control feedwater tidak berfungsi.
MAsuknya
impurities dari proses produksi ke boiler.
|
Menengah
/ tinggi.
|
Terjadinya
embrittlement atau pecahnya pipa superheater.
Pembentukan
kerak pada baling-baling turbin dn berkurangnya efisiensi turbin.
|
Mutu air
boiler yang buruk terutama besarnya kandungan silica.
Padatan
tersuspensi dan hydrat logam masuk boiler disebabkan peralatan feed water
treatment tidak bekerja.
Pemberioan
kimia yang tidak pada tempatnya.
Perubahan
loading yang mendadak.
Masuknya
impurities dari proses produksi ke boiler.
|
BWT - Anti korosi berfungsi untuk menghambat terbentuknya kerak pada boiler sekaligus memberikan perlindungan secara menyeluruh terhadap serangan korosi pada permukaan logam jenis besi dan tembaga maupun logam campuran pada boiler sistem / Hot water jenis resirkulasi . Chemical ini digunakan khusus untuk perawatan boiler.
ReplyDeleteSpesifikasi :
- Bentuk : Cair
- Kemasan : 30 Liter/pail
Untuk info lebih lengkap silahkan menghubungi nomer kami.(081310849918)
terimakasih.
BWT - Anti korosi berfungsi untuk menghambat terbentuknya kerak pada boiler sekaligus memberikan perlindungan secara menyeluruh terhadap serangan korosi pada permukaan logam jenis besi dan tembaga maupun logam campuran pada boiler sistem / Hot water jenis resirkulasi . Chemical ini digunakan khusus untuk perawatan boiler.
ReplyDeleteSpesifikasi :
- Bentuk : Cair
- Kemasan : 30 Liter/pail
Untuk info lebih lengkap silahkan menghubungi nomer kami.(081310849918)
terimakasih.
Kami menawarkan bahan kimia pengolahan air boiler dan cooling tower dengan merk dagang Karmand. Info dan diskusi hubungi taufiq (085259678657)
ReplyDelete